Bismillah,
Hi, ini adalah tulisan pertama saya.
Saya ingin langsung menuliskan mengenai Perjuangan saya dan Deudeuh (Nama Panggilan Kesayangan Suami saya) menjalankan Promil alias Program Kehamilan.
Kami menikah pada Agustus 2015, Qodarulloh kami belum memiliki momongan. Mertua saya pun sudah tidak sabar menanti. Maklum saja, Deudeuh adalah Anak Tunggal. Jadi, kehadiran cucu dari kami begitu dinantikan ☺
Sedangkan orangtua saya sudah memiliki cucu 4orang, jadi bisa dibilang Mamah saya termasuk santai untuk kehamilan saya ini.
6 bulan pernikahan bertepatan dengan hari kedua menstruasi saya, kami memutuskan untuk periksa ke dokter kandungan. Namun saat itu Deudeuh tidak bisa mengantar karena harus bekerja, lalu saya pun diantar Mamah saya untuk konsul ke dr. Maulia Mardini, Sp.OG, MARS (yang lebih dikenal dengan sebutan dr DINI).
Beliau praktek di RS Titian Bunda, Cikampek Jawa Barat.
Alih alih ingin konsul, ternyata jam praktek Dokter sudah habis. Lalu saya browsing dan mencari RS lain tempat dokter Dini praktek. Alhamdulillah, dr. Dini ternyata praktek di RS Thamrin Purwakarta.
Saya & Mamah menanti di RS Thamrin selama kurleb 2 Jam karena antrian dr. Dini banyaaaak sekali. Mulai dari yg promil, check-up kehamilan, hingga periksa pasca melahirkan.
"Ibu Dellani", nama saya pun dipanggil oleh Perawat.
Kesan pertama bertemu dr. Dini terlihat bahwa Beliau ramah dan cantik.
"Kenapa Bu?" Tanya Dokter ramah.
"Pengen promil, Dok." Ucapku polos.
Lalu dr. Dini menanyakan usia saya dan suami, usia pernikahan, apakah sudah pernah hamil atau belum dan juga melihat hasil timbangan badanku. Kemudian saya pun disuruh berbaring untuk melakukan USG perut.
Alhamdulillah, hasil USG rahim saya terlihat bersih (No Myoma & Kista).
Setelah USG, saya pun kembali duduk.
"Hasil USG nya bagus ya. Jadi gini ya Bu, kalau mau promil itu syaratnya adalah harus didampingi suami. Dan juga usia pernikahan sudah diatas 1 tahun tetapi belum memiliki anak atau umur Pasutri diatas 30tahun.
Kalau saya lihat, umur Ibu masih muda (red: 25 tahun) dan suami pun masih muda (red: 24tahun) apalagi usia pernikahan masih 6bulan, jadi tenang aja dulu ya. Gak usah promil. Kalau saran saya sih ibu gemukin dulu aja badannya. Ibu terlalu kurus." Ujar Dokter cukup panjang lebar.
"Suami perlu cek sperma gak, Dok?" Tanyaku ceplos.
"Gak usah" jawab Beliau singkat.
"Oh iya, mens nya sakit gak?" Tanya dokter Dini.
"Iyah Dok."
Lalu saya pun diresepkan obat penghilang sakit saat menstruasi.
Kesimpulan konsul dengan Beliau adalah dr. Dini cukup ramah dan santai menghadapi pasien. Jadi saya pun sedikit tenang dan bisa berpikiran bahwa "mungkin ini belum saatnya".
Total biaya periksa di RS Thamrin cukup terjangkau untuk sekelas Spesialis, yaitu sebesar Rp 363,000 (biaya Admin + Konsul Dokter + Admin)
Emang dokter dini baik bgt dokter dini sabar mnghdapi kluhan kluhan psiennya trmsuk sy sy wkt tu d tangani dr dini bliau jg yg mbntu prsalinan anak kdua sy dan skrg sy hmil ktiga lbh mlih dr dini aja deh soaly sy cocok bgt sm bliau
BalasHapus